Showing posts with label INFO MILITER. Show all posts
Showing posts with label INFO MILITER. Show all posts
Saturday, January 11, 2014
Tuesday, December 31, 2013

Mengenal Helikopter AH-64 Apache
8:14:00 PM
-
No comments
Helikopter AH-64 Apache adalah helikopter dengan 4 baling-baling, 2 mesin, dan 3 roda pendaratan. Helikopter ini termasuk kedalam golongan helikopter penyerang (serbu) yang dioperasikan oleh dua orang awak. Helikopter Apache ini dikembangkan sebagai model 77 oleh Huges Helicopter untuk Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menggantikan AH-1 Cobra. Pertama kali terbang pada 1 Oktober 1975, AH-64 memiliki kemampuan sensor untuk mengambil alih target dan penglihatan malam hari (night vision system). persenjataan pada heli ini juga cukup canggih yaitu Chain Gun M230 30mm yang terletak diantara roda pendaratan utama. AH-64 juga dilengkapi dengan mixture AGM-114 Hellfire dengan hydra 70 Rocket pods.
Angkatan Bersenjata Amerika memilih AH-64 dari pada Bell YAH-63 pada tahun 1976. Sebagai langkah awal, Angkatan Bersenjata Amerika memberikan kontrak pra produksi kepada Huges Helicopter untuk membuat dua unit AH-64. Pada Tahun 1982 pihak Angkatan Bersenjata menyetujui produksi massal heli ini. McDonnel Douglas melanjutkan produksi dan pengembangannya setelah membeli Huges Helicopter dari summa corporation pada tahun 1984. Produksi pertama AH-64D Apache Longbow digunakan Angkatan Bersenjata pada bulan Maret 1997, dan pada bulan Agustus 1997 Boeing dan McDonnel Douglas bergabung untuk menjadi Boeing Company. Sekarang produksi AH-64 ini dilanjutkan oleh divisi Boeing Integrated Defanse System. Ada beberapa Varian heli Apache yaitu : AH-64 A, AH-64 B, AH-64 C, dan AH-64 D.Spesifikasi :
Karakteristik Umum :
- Kru 2 orang : Pilot, Copilot/Penembak.
- Panjang : 58,17 ft (17,73 m)
- Diameter baling-baling : 48 ft (14,63 m)
- Tinggi : 12,7 ft (3,87 m)
- Berat kosong : 11,650 lb (5.165 kg)
- Berat isi : 17,650 lb (8.000 kg)
- Max takeoff : weight (MTOW) : 23,000 lb (10.433 kg)
- Kekuatan : 2x General Electric T700-GE-701 dan ditingkatkan kemampuannya menjadi T700-GE-701C & T700-GE-701D turboshaft.
- Panjang rangka : 49 ft 5 in (15,96 m).
- Sistem baling-baling : 4 blade main rotor, 4 blade tail rotor in non-orthogonal aligment.
- Kecepatan yang tidak boleh dilampaui : 197 knot (365 km/j)
- Kecepatan mksimal : 158 knot (256 km/j)
- Kecepatan jelajah : 143 knot (256 km/j)
- Radius tempur : 480 km.
- Service ceiling : 6.400 m.
- Rate of climb : 2.500 km/min (12,7 m/detik)
- Tenaga : 18 Tenaga Kuda.
- Senjata : 1x30x113 mm (1,18x4,45 in) meriam rantai M230, 1.200 butir peluru.
- Roket : Roket hydra 70 FFAR.
- Rudal : gabungan peluru kendali AGM-114 Hellfire, AIM-92 Stinger, dan AIM-9 Sidewinder.
Monday, December 30, 2013
SPESIFIKASI PANSER ANOA
1:28:00 PM
-
No comments
| Panser Anoa (PT. Pindad Indonesia) |
Panser Anoa, demikian PT Pindad Indonesia menamai kendaraan Alat Angkut Personel Sedang -3 (APS-3) ini. Panser ini menjadi produk unggulan dari PT Pindad di karenakan mutu dan kwalitas yang sangat baik di lihat dari segi teknologi dan kecanggihannya saat ini.
APS 3 ini dinamai anoa, yang merupakan salah satu jenis kerbau asli Indonesia. Penser teersebut pertama kali diperlihatkan ke publik pada ulang tahun ke 61 TNI pada 5 Oktober 2006 di Markas Besar TNI, Cilangkap. Semenjak 9 April 2010, 13 buah ANOA telah digunakan untuk mengawal misi perdamaian PBB di Lebanon bersama Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL. ANOA 6x6 maupun 4x4 biasa digunakan untuk pengawalan kegiatan-kegiatan penting negara. Pada 15 November 2011 ANOA varian 6x6 yang menggunakan persenjataan Senapan Mesin Berat 7.62 mm digunakan sebagai kendaraan tempur untuk patroli dan penjagaan ring pada acara KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali. ANOA juga dipakai oleh Paspampres untuk pengawalan kunjungan-kunjungan presiden. Selain kegiatan resmi, ANOA juga dipakai untuk pengamanan car-free day di Bundaran HI Jakarta.
Spesifikasi Panser Anoa :
![]() |
| Sumber : Wikipedia Indonesia |
Persenjataan ANOA hingga saat ini ialah senapan mesin berat kaliber 12,7 mm dan 7,62 mm, senapan Remote Weapon System berkaliber 7,62mm dan pelontar granat berkaliber 40 mm. Untuk pertahanan diri ANOA dilengkapi dengan pelontar tabir asap 2x3 66 mm. Di masa datang, varian-varian lain ANOA akan menggunakan meriam 20 mm dengan tambahan senapan mesin 7,62 mm diatasnya untuk ANOA IFV dan meriam 90 mm CSE Cockerill MKII buatan Belgia untuk ANOA Kanon. Sumber penggerak dari ANOA ialah Mesin dan Transmisi Renault, tetapi opsi lokal sedang dikembangkan lebih lanjut. Mesin Renault yang dimaksud ialah mesin disel turbocharged MIDR 062045 yang berkekuatan 320 tenaga kuda. ANOA juga memiliki sistem peniupan ban yang disentralisasi.
| ANOA dengan peruntukan infantry fighting vehicle (Indonesia : kendaraan penempur infantri) yang tugasnya memberi bantuan tembakan dengan meriam berkaliber 20-30 mm, belum jelas rupa ranpur ini seperti apa. Menurut Production Manager Special Vehicle Division PT.Pindad, Yadi Kussuryadi, ranpur ini berjenis IFV (Infantry Fighting Vehicle). "Ranpur ini didesain untuk mengantisipasi kebutuhan Batalyon Infantri Mekanis", demikian jelas Yadi. Ranpur ini memiliki 5 kru yaitu 2 personel temur dan 3 personel pengoperasi kendaraan. ANOA varian ini ditujukan untuk batalion mekanis sebagai kendaraan tempur bantuan untuk pertempuran infantri. “Rencananya kami akan melakukan kerja sama dengan Korea Selatan pada 2012,” kata Direktur Produk Manufaktur Tri Hardjono di Bandung Jawa Barat, Selasa (1/11) mengenai pengembangan panser kanon dan IFV. | |
|---|---|
Subscribe to:
Posts (Atom)


#ref-menu